Kitab Tauhid Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahab Ke-1 كتاب التوحيد

BAB 8

RUQYAH DAN TAMIMAH

Diriwayatkan dalam shoheh Bukhori dan Muslim bahwa Abu Basyir Al Anshori رضي الله عنه bahwa dia pernah bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam suatu perjalanan, lalu beliau mengutus seorang utusan untuk menyampaikan pesan :

” أن لا يبقين في رقبة بعير قلادة من وتر أو قلادة إلا قطعت “

“Agar tidak terdapat lagi dileher onta kalung dari tali busur panah atau kalung apapun harus diputuskan.”

Ibnu Mas’ud رضي الله عنه menuturkan : aku telah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

” إن الرقى والتمائم والتولة شرك ” رواه أحمد وأبو داود.

“Sesungguhnya Ruqyah, Tamimah dan Tiwalah adalah syirik.”(HR. Ahmad dan Abu Dawud )

TAMIMAH adalah sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak untuk menangkal dan menolak penyakit ‘ain. Jika yang dikalungkan itu berasal dari ayat-ayat Al Qur’an, sebagian ulama salaf memberikan keringanan dalam hal ini ; dan sebagian yang lain tidak memperbolehkan dan melarangnya, diantaranya Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anh ([24])

RUQYAH ([25]) yaitu : Pembacaan doa2 yg barsandar pada Kitabullah. Ini diperbolehkan apabila penggunaannya bersih dari hal hal syirik, karena Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah memberikan keringanan dalam hal ruqyah ini untuk mengobati ‘ain atau sengatan kalajengking.

TIWALAH adalah sesuatu yang dibuat dengan anggapan bahwa hal tersebut dapat menjadikan seorang istri mencintai suaminya, atau seorang suami mencintai istrinya.

Dalam hadits marfu’ dari Abdullah bin ‘Ukaim رضي الله عنه Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

” من تعلق شيئا وكل إليه ” رواه أحمد والترمذي

“Barang siapa yang menggantungkan sesuatu (dengan anggapan bahwa barang tersebut bermanfaat atau dapat melindungi dirinya) maka Allah akan menjadikan orang tersebut selalu bergantung kepadanya.”(HR. Ahmad dan At Turmudzi )

Imam Ahmad meriwayatkan dari Ruwaifi’ رضي الله عنه Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah bersabda kepadanya :

” يا رويفع، لعل الحياة تطول بك، فأخبر الناس أن من عقد لحيته، أو تقلد وترا، أو استنجى برجيع دابة أو عظم، فإن محمدا بريء منه “

“Hai Ruwaifi’, semoga engkau berumur panjang, oleh karena itu sampaikanlah kepada orang orang bahwa barang siapa yang menggulung jenggotnya, atau memakai kalung dari tali busur panah, atau bersuci dari buang air dengan kotoran binatang atau tulang, maka sesungguhnya Muhmmad berlepas diri dari orang tersebut”.

Waki’ meriwayatkan bahwa Said bin Zubair رضي الله عنه berkata :

“Barang siapa yang memotong tamimah dari seseorang maka tindakannya itu sama dengan memerdekakan seorang budak.”

Dan waki’ meriwayatkan pula bahwa Ibrahim (An Nakho’i) berkata : “mereka (para sahabat) membenci segala jenis tamimah, baik dari ayat ayat Al Qur’an maupun bukan dari ayat ayat Al Qur’an.”

Kandungan bab ini :

1-Pengertian ruqyah dan tamimah.

2-Pengertian tiwalah.

3-Ketiga hal diatas merupakan bentuk syirik dengan tanpa pengecualian.

4-Adapun ruqyah dengan menggunakan ayat ayat Al Qur’an atau do’a-do’a yang telah diajarkan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم untuk mengobati penyakit ‘ain, sengatan serangga atau yang lainnya, maka tidak termasuk syirik.

5-Jika tamimah itu terbuat dari ayat-ayat Al Qur’an, dalam hal ini para ulama berbeda pendapat, apakah termasuk ruqyah yang diperbolehkan atau tidak?

6-Mengalungkan tali busur panah pada leher binatang untuk mengusir penyakit ‘ain, termasuk syirik juga.

7-Ancaman berat bagi orang yang mengalungkan tali busur panah dengan maksud dan tujuan diatas.

8-Besarnya pahala bagi orang yang memutus tamimah dari tubuh seseorang.

9-Kata-kata Ibrahim An Nakhoi tersebut di atas, tidaklah bertentangan dengan perbedaan pendapat yang telah disebutkan, sebab yang dimaksud Ibrahim di sini adalah sahabat sahabat Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه 26]).

FOOTNOTES:

([24]) Tamimah dari ayat Al Qur’an dan Al Hadits lebih baik ditinggalkan, karena tidak ada dasarnya dari syara’ ; bahkan hadits yang melarangnya bersifat umum, tidak seperti halnya ruqyah, ada hadits lain yang membolehkan. Di samping itu apabila dibiarkan atau diperbolehkan akan membuka peluang untuk menggunakan tamimah yang haram.

([25] ) Ruqyah : penyembuhan suatu penyakit dengan pembacaan ayat ayat suci Al Qur’an, atau doa doa.

([26]) Sahabat Abdullah bin Mas’ud antara lain : Alqomah, Al Aswad, Abu Wail, Al Harits bin Suwaid, ‘Ubaidah As Salmani, Masruq, Ar Rabi’ bin Khaitsam, Suwaid bin ghoflah. Mereka ini adalah tokoh generasi tabiin.

Gallery | This entry was posted in Aqidah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s