Malulah kepada orang baduy itu

Suatu ketika, Khalifah Sulaiman Bin Abdil Malik (*) menunaikan ibadah haji. Tatkala Sang kholifah sholat didepan ka’bah, ia melihat seorang arab baduy (orang pedalaman) didekatnya. Maka khalifah yang baik ini ingin menyenangkan hati orang baduy tersebut, ia bertanya kepada orang baduy itu ;” Apakah engkau memiliki suatu hajat yang memungkinkan aku membantunya ? , Arab baduy itu menjawab : “ Sesungguhnya aku malu kepada Alloh , jika aku meminta suatu pertolongan kepada seseorang sedangkan aku berada dirumah Alloh “.
Tatkala orang arab baduy itu keluar meninggalkan masjidil haram, maka sang khalifah mengikutinya dari belakang, kemudian mendekati orang baduy tersebut : “Hai saudaraku, Sungguh saat ini kita telah berada diluar Rumah Alloh yang Mulia, maka adakah engkau memiliki suatu hajat yang mungkin aku dapat membantumu menunaikannya ? “. Berkatalah orang baduy itu : “Apakah engkau mau membantuku dalam urusan dunia atau dalam urussan akhirat ??”, Khalifah menjawab : “ tentu saja dalam urusan dunia”, sang A’raby itu menimpali : “ Sesungguhnya Aku tidak meminta dunia kepada Dzat yang memilikinya (Alloh Subhanahu Wata’ala), maka bagaimana mungkin aku memintanya kepada seseorang yang tidak memiliki dunia itu ??? “.
Subhaanalloh, Arab Baduy, seorang yang hidup dipedalaman, ternyata memiliki Izzah yang tinggi. Izzah yang membuat para presiden dan para pemimpin hari ini berdecak kagum jika mereka mau jujur, Izzah seorang miskin nan papa yang ternyata itu tidak dimiliki oleh banyak orang kaya sekalipun, banyak manusia yang menjadi penjilat, rela kepalanya diinjak demi untuk uang segepok, lihatlah para pemburu kursi dan jabatan dengan berkedok pendekar penegak syari’at ,dimana merekalah orang-orang yang “ngerti” namun orang-orang yang paling mula menanggalkan serpihan demi serpihan Syari’at itu sendiri, kaum wanita turun kejalanan mengemis para fakir, janji-janji palsu ditebar-sebar, tasyabbuh kuffar jadi tontonan yang diperankan oleh para pengaku pendekar Syari’at itu, Sungguh Malulah kalian kepada orang baduy itu, dan Sungguh kepada Alloh kalian lebih berhak untuk merasa malu !
فمن أحق أن تستحي منه؟

(*) Sulaiman bin Abdul Malik (± 674 – 717) ialah Khalifah Bani Umayyah yang memerintah dari 715 sampai 717 M. Ayahandanya ialah Abdul Malik, danmerupakan adik sebelumnya Khalifah Al-Walid I.

Gallery | This entry was posted in Nasihat. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s