Sunnah Qailuulah (Tidur Siang)

Sunnah Qailuulah
(Tidur Siang)

Tidur di pagi hari adalah perkara yang di benci. Sebaliknya, tidur siang adalah amalan sunnah yang di anjurkan, disamping hal itu baik untuk kesehatan. Tidur siang ini juga dilakukan untuk menyelisihi setan yang tidak tisur siang. Disisi lain, tidur siang juga sangat membantu kita agar kita bangun di malam hari mengerjakan shalat malam.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Tidur sianglah, karena setan-setan tidak tidur siang.” (di shahihkan oleh Al-Albani dalam Silsilah Ahaadiits Shahihah (1647)

Khawaat bin Jubeir berkata:
“Tidur di awal siang(pagi hari) adalah kejahilan, tidur di tengah hari adalah kemuliaan akhlak dan tidur di akhir siang(sore hari) adalah kedunguan.”(Al-Bukhari dalam Adaabul Mufrad dan sanadnya di shahihkan oleh al-Albani(947))

Para ulama’ menyebutkan bahwa waktu qailuulah ini adalah sebelum dhuhur, kecuali hari jum’at, hendaknya di lakukan sesudah shalat jum’at. Anas bin Malik radhiallahu’anhu menyebutkan bahwa para sahabat biasanya mengerjakan shalat jum’at kemudian melakukan qailuulah.(Al-Bukhari dalam adabul Mufrad dan di shahihkan Al-Albani (945).

Dari buku Panduan Amal Sehari Semalam
Penulis : Abu Ihsan Al Atsari
Penerbit : Pustaka Darul Ilmi

Gallery | This entry was posted in fiqh. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s