An Nisa, ayat 128

Dan jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz (*) atai bersikap tidak acuh, maka keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya (**), dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir (***). Dan jika kamu memperbaiki (pergaulan dengan istrimu) dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap acuh tak acuh), maka sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

(*) Lihat arti nusyuz bagi pihak istri dalam catatan kaki An Nisa (4) : 34. Nusyuz dari pihak suami ialah bersikap keras terhadap istrinya ; tidak mau menggaulinya dan tidak mau memberikan haknya.
(**) Seperti istri bersedia beberapa haknya dikurangi asal suaminya mau baik kembali.
(***) Tabiat manusia itu tidak mau melepaskan sebagian haknya kepada orang lain dengan seikhlas hatinya, kendatipun demikian jika istri melepaskan sebagian haknya, maka boleh suami menerimanya.

Gallery | This entry was posted in An Nisa (Wanita wanita), Terjemahan Al Qur'an (Bahasa Indonesia). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s